Pages

Friday, June 7, 2019

Harga Minyak Mentah Naik Respon Sikap OPEC

INILAHCOM, New York - Harga minyak naik pada hari Jumat (7/6/2019), naik lebih lanjut dari posisi terendah lima bulan pekan ini, setelah Arab Saudi mengatakan OPEC hampir menyetujui untuk memperpanjang pengurangan produksi di luar Juni.

Minyak mentah berjangka Brent naik 2,7% menjadi US$63,33 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,7% menjadi US$53,99 per barel.

Kedua tolok ukur berada di jalur untuk penurunan mingguan ketiga. Pada hari Rabu mereka mencapai level terendah sejak Januari.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dalam konferensi di Rusia bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya harus memperpanjang pengurangan produksi minyak.

Dia mengatakan bahwa sementara OPEC mendekati kesepakatan, diperlukan lebih banyak pembicaraan dengan negara-negara non-OPEC yang merupakan bagian dari kesepakatan untuk mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bpd), yang berakhir pada akhir bulan ini.

Pasokan juga telah dibatasi oleh sanksi AS terhadap ekspor minyak dari Venezuela dan Iran. Pada hari Kamis, Washington memperketat tekanan pada perusahaan minyak milik negara Venezuela dengan menjelaskan bahwa ekspor pengencer oleh pengirim internasional dapat dikenakan sanksi.

Sentimen permintaan masih lemah karena investor khawatir tentang ekonomi global yang macet dan perang dagang yang semakin intensif antara Amerika Serikat dan China.

Amerika Serikat juga mengancam tarif barang dari mitra dagang utama Meksiko. Presiden AS Donald Trump berjanji bahwa tarif 5% akan dikenakan pada semua ekspor Meksiko ke Amerika Serikat pada hari Senin jika Meksiko tidak meningkatkan upaya untuk membendung peningkatan migran yang menuju perbatasan AS.

Perunding AS dan Meksiko melanjutkan pembicaraan migrasi pada hari Jumat. Marc Short, kepala staf Wakil Presiden AS, Mike Pence, mengatakan pemerintah berencana untuk bergerak maju dengan pemberitahuan resmi tentang tarif 5% yang direncanakan.

Tetapi beberapa pelaku pasar skeptis tarif akan mulai berlaku pada hari Senin. "Kami percaya bahwa Trump akan menunda tarif apa pun karena ia akan berusaha untuk mencegah penyelaman lain di pasar saham," kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan seperti mengutip cnbc.com.

Karena data ekonomi yang lemah dan konflik perdagangan yang meluas, Commerzbank merevisi perkiraan kuartal ketiga untuk Brent turun menjadi US$66 dari US$73 per barel.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2EYQokj

No comments:

Post a Comment