
INILAHCOM, Jakarta - Pemeringah membatalkan kenaikan harga BBM jenis premium, meski harga minyak dunia terus naik. Bagaimana dengan keuangan PT. Pertamina dengan keputusan pemerintah ini?
Menanggapi hal ini, Dirjen Migas Djoko Siswanto megatakan pemerintah sudah menambahkan besaran subsidi untuk solar. Yakni Rp2.000 per liter.
"Kalau soal itu kami sudah nambah tuh subsidinya 2.000, kami sudah bantu kan," kata Djoko di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/10/2018).
Selian penambahan nilai subsidi, kata dia, pemberian wilayah kerja blok Migas juga bisa menambah penerimaaan Pertamina. "Blok terminasi kan dikasih Pertamina itu otomatis ada revenue kan," papar dia.
Bukan hanya itu, keniakan harga BBM jenis Pertamak juga dinilai membantu keuangan perusahaan pelat merah itu. Yang perta series udah naik juga, brarti udah naik juga kan," kata dia.
PT Pertamina resmi menaikan harga BBM Non Subsidi. Adapun untuk harga Pertamax Series dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.400/liter, dan Pertamax Turbo dari Rp10.700 menjadi 12.250/ liter.
Sedangkan Pertamina Dex menjadi Rp 11.850/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter. Harga itu untuk DKI Jakarta.
External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita sebelumnya mengatakan, kenaikan harga Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar per barel.
Penetapannya ini mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. [hid]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2AbF5Uc
No comments:
Post a Comment