Pages

Thursday, October 18, 2018

Dirut Samantaka Dibuat Nyesek Terkait PLTU Riau-1

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Samantaka Batubara, Rudi Herlambang, jadi saksi dalam sidang lanjutan perkara suap pengurusan proyek PLTU Riau-1.

Jadi saksi untuk terdakwa Johannes B Kotjo, Rudi mengaku tak tahu ihwal praktek suap dalam pengurusan proyek PLTU Riau-1.

"Yang saya rasakan, di Samantaka selama ini, saya melakukan proyek semua sesuai prosedur kita lakukan," katanya saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Rudi hanya menyampaikan, jika saham mayoritas anak usaha PLN dalam Proyek PLTU Riau-1 ditalangi konsorsium.

"Kalau saya ceritakan nyesek pak di dada. Setelah negosiasi berkali-kali di kantor PJBI, di Rizt Carlton, Terakhir disepakati, PJBI menguasai 51 persen tapi hanya mampu setor 10 persen, Sisanya 41 persen yang tanggung China dan Blackgold Natural Resource," ungkapnya.

PJBI adalah PT Pembangkitan Jawa Bali, anak perusahaan PLN yang ditunjuk menggarap PLTU Riau-1. Sementara perusahaan Cina yang ikut dalam konsorsium adalah China Huadian Engineering Company Ltd.

Dalam penentuan saham, PT PJBI sesuai aturan harus mendapat saham 51 persen. Kemudian, China Huadian 37 persen. Sementara, Blackgold mendapat saham 12 persen.

Namun, menurut Rudi, dalam kesepakatan penyetoran modal, PJBI hanya mampu menyetor 10 persen dari 51 persen. Sisanya yang 41 persen dibayarkan oleh China Huadian dan Blackgold. [rok]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PGUKjl

No comments:

Post a Comment