
INILAHCOM, New York - Indeks saham berjangka AS turun pada Selasa (2/10/2018) karena investor mencerna kenaikan tajam untuk memulai kuartal keempat di sesi sebelumnya. Jadi Wall Street berpotensi mengalami pelemahan.
Sekitar 7:05 pagi ET, Dow Jones Industrial Average berjangka turun 73 poin, menunjukkan penurunan dari 69 poin di tempat terbuka. S & P 500 dan Nasdaq 100 futures juga menurun.
Pasar di seluruh dunia sedang melihat red Tuesday, dengan pasar di Asia dan perdagangan Eropa sebagian besar lebih rendah. Futures AS ditarik kembali juga, mengikuti sesi bintang Senin seperti mengutip cnbc.com.
Indeks Dow ditutup naik hampir 200 poin, dengan S & P 500 juga naik, setelah muncul berita bahwa Kanada telah bergabung dengan AS dan Meksiko dalam kesepakatan perdagangan baru.
Ditetapkan untuk ditandatangani pada akhir November, Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada, atau "USMCA" untuk jangka pendek, akan melihat ketiga negara berkompromi pada aspek perdagangan tertentu. Akses pasar lebih banyak akan diberikan kepada peternak sapi perah AS, sementara Kanada telah setuju untuk secara efektif membatasi ekspor mobil ke Amerika Serikat.
Sekarang investor akan mencari ke China, untuk melihat apakah Beijing dan Washington dapat menemukan cara untuk saling berhadapan dengan elemen-elemen perdagangan tertentu.
Ekuitas berjangka mengikuti saham Eropa lebih rendah di tengah kekhawatiran politik yang berasal dari Italia. Indeks Stoxx 600, yang melacak petak luas saham Eropa, turun 0,7 persen.
Claudio Borghi, ekonom euroskeptic yang memimpin komite anggaran di majelis rendah parlemen Italia, mengatakan dalam sebuah wawancara radio Selasa bahwa ia "benar-benar yakin" sebagian besar masalah negara akan diselesaikan jika memiliki mata uang sendiri.
Komentar Borghi dengan cepat dibantah oleh wakil perdana menteri Italia, Luigi Di Maio, yang mengatakan pemerintah koalisi Italia tidak ingin meninggalkan Uni Eropa atau mata uang tunggal.
Di sisi ekonomi Ketua Fed, Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan komentar pada pertemuan tahunan NABE ke-60 di Boston. Dia diperkirakan akan mengomentari prospek inflasi dan pekerjaan.
Wakil Ketua Fed, Randal Quarles akan berada di Washington di depan Komite Perbankan, Perumahan, dan Urusan Perkotaan, di mana dia diatur untuk membahas pelaksanaan pertumbuhan ekonomi, bantuan peraturan dan tindakan perlindungan konsumen.
Tidak ada data ekonomi utama yang akan dirilis Selasa. Namun, investor sedang mempersiapkan untuk Jumat, ketika data nonfarm payrolls terbaru jatuh tempo.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2xRhFlc
No comments:
Post a Comment