
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membanggakan laju inflasi di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, selama 4 tahun terakhir laju inflasi berada di kisaran 3%.
Dirinya pun optimistis laju inflasi sampai akhir tahun ini tak bakal jauh-jauh dari target yang dipasang pemerintah dalam APBN 2018 sebesar 3,5% plus minus 1%.
"Masih di dalam range APBNN 3,5 plus minus 1 di atas bawah itu baik apalagi itu di bawah 3,5%. Artinya Indonesia dari sisi track record karena ini 4 tahun berturut-turut inflasi di sekitar 3% di tengah gejolak minyak dan kurs yang naik turun. Ini artinya Indonesia bisa jaga kualitas," kata Sri Mulyani saat ditemui di Hotel Ritz-Charlton dalam acara CEO Networking dalam rangkaian HUT ke-41 Pasar Modal Indonesia, Senin (3/12/2018).
Menurut wanita kelahiran Lampung 56 tahun lalu ini, laju rendahnya inflasi merupakan bentuk kredibilitas dari kebijkan moneter yang telah dibuat oleh pemerintah.
"Ini bentuk kredibilitas dari kebijakan moneter dan dari sektor riil pengadaan barang stok aman dan harga yang stabil," katanya.
Informasi saja, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laju inflasi bulan November 2018 tercatat mencapai 0,27% (month to month). Secara tahunan sebesar 3,23% atau year on year di bulan November 2018.
BPS mencatat 82 kota, 70 kota mengalami inflasi, dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke 0,25% sedangkan terendah di Balikpapan 0,01%, dengan IHK masing-masing sebesar 138,56 dan 139,06.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,24%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,20%, kelompok perumahan, air, listrik, gas.
Dan, bahan bakar sebesar 0,25%, kelompok sandang sebesar 0,23%, kelompok kesehatan sebesar 0,36%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,055, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,56%.
Sehingga tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2018 sebesar 2,50% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 3,23%.
Komponen inti pada November 2018 mengalami inflasi sebesar 0,22%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (JanuariNovember) 2018 sebesar 2,90% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (November 2018 terhadap November 2017) sebesar 3,03%. [jin]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2BNUwCR
No comments:
Post a Comment