
INILAHCOM, Jakarta - Tahun lalu bisa disebut sebagai masa sulit bagi industri seluler. Hal itu terjadi karena beberapa faktor seperti makro ekonomi dan regulasi yang membuat pelaku usaha melakukan konsolidasi dalam strategi bisnis.
Pun demikian, operator Telkomsel menyatakan jurus untuk meningkat performa perbaikan. Direktur Utama Telkomsel Ririek Ardiansyah menyatakan untuk menyehatkan industri tidak cukup dengan insiatif saja namun juga membutuhkan dukung penuh dari pemerintah.
"Kebijakan dan regulasi terkait OTT dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menyehatkn kompetisi dan menjadi keberlangsungan bisnis telekomunikasi," katanya dalam acara Selular Business Forum 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (17/1/2019).
Menurut Ririek yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), setidaknya ada tiga indikator untuk yang harus dipenuhi oleh ekosistem saat ini agar industri telekomunikasi menjadi sehat. Pertama, sustainability yang artinya para pelaku industri bisa terus bertahan dan membangun infrastruktur serta meningkatkan penetrasi pengunaan data.
Kedua, rasionalisasi tarif layanan data. Ketiga, penerapan SIM card dalam jangka panjang Jika telah memenuhi itu, baru industri telekomunikasi bisa dikatakan akan mengalami perbaikan.
Sementara dalam kesempatan yang sama ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono mengatakan, pemerintah harus melakukan upaya agar industri seluler tumbuh positif di tahun 2019. Masalahnya, selama tahun 2018, industri seluler yang dianggap sebagai infrastruktur ekonomi digital ini justru mengalami pertumbuhan yang tidak sehat.
"Kalau kita lihat sampai 2018, ini pertama kali dalam sejarah industri seluler kita tumbuh negatif. Ini kan artinya gak sehat. Kalau tidak sehat, pastinya akan memengaruhi banyak hal. Apalagi industri ini menjadi infrastruktur ekonomi digital," jelasnya.
Menurut Kristiono, problem besar yang sedang dihadapi industri ini adalah adanya ketidakseimbangan antara demand dan supply. Secara demand, tumbuh bagus.
Seperti, peningkatan penggunaan smartphone dan trafik data yang terus memperlihatkan kenaikan. Namun, persoalannya adalah pertumbuhan permintaan itu tidak bisa menjadi revenue.
"Akibatnya berpengaruh terhadap supply yang berdampak terhadap bagaimana operator seluler ini bisa melakukan investasi dan melayani pelanggan dengan baik," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan Kristiono, ada dua hal yang harus diperhatikan pemerintah agar industri seluler ini sehat. Pertama, saat pemerintah akan melelang frekuensi, sebaiknya merasionalkan harga dari nilai spektrum itu. Sebab, saat ini regulator masih menggunakan parameter-parameter lama untuk menetapkan harga spektrum.
"Kita berharap kepada pemerintah pada saat lelang frekuensi atau apapun, itu lebih rasionallah. Jadi tidak lagi menggunakan parameter-parameter yang lama," pungkasnya.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2sva2hp
No comments:
Post a Comment