Pages

Saturday, February 9, 2019

Bagasi Berbayar Dinilai Perkeruh Masalah Ekonomi

INILAHCOM, Jakarta - Wasekjen PAN Sony Sumarsono meminta Presiden Joko Widodo harus mendengar aspirasi masyarakat dan meninjau ulang terkait kabar bagasi berbayar. Inni diangga[ akan memperkeruh persoalan ekonomi di Indonesia.

"Kalau tidak maka akan semakin membebani rakyat lagi. Dan akan semakin memperparah kelesuan ekonomi kita. Pemerintah harus menuinjau kembali segera.

DPR terutama Komisi V DPR harus mengkritisi soal ini," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (9/2/2019).

Ia menyatakan meski dalam sitiasi dan kondisi dalam konstelasi politik jelang Pilpres 2019, pemerintah dan wakil rakyat tetap harus memperhatikan persoalan ini.

"Meskipun saat ini para wakil rakyat lagi sibuk untuk pileg dan pilpres 17 April nanti persoalan ini saya kira harus tetap diperhatikan. Jangan dibiarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi masalah ini," harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan pengenaan bagasi berbayar di dalam pesawat secara hukum diperbolehkan.

"By law, secara hukum, korporasi boleh mengatur penarifan. Jadi, by law itu boleh, silakan. Namun, mesti ada proses transisi," katanya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (8/1).

Ia menegaskan apabila pengenaan tarif bagasi itu mengganggu tingkat pelayanan, maka tidak bisa serta-merta diterapkan.

"Kami kemarin rapat, memang bicara apakah perubahan itu mengganggu level of service (tingkat pelayanan). Kan, tadinya nggak bayar, jadi tiba-tiba bayar. Ada yang nggak bawa uang, karena masyarakat tidak mengerti sebelumnya," katanya.

Diketahui, kebijakan manajemen sejumlah maskapai penerbangan menghapuskan layananan bagasi gratis, belakangan menuai pro kontra. Salah satu dampak yang yang dikhawatirkan adalah menurunnya pergerakan wisatawan.

Sejauh ini setidaknya ada tiga maskapai penerbangan yang akan memberlakukan kebijakan bagasi berbayar. Masing-masing Lion Air, Wings Air, dan Citilink. [hpy]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GhSv5h

No comments:

Post a Comment