Pages

Sunday, March 3, 2019

Bursa Asia Berpotensi Positif

INILAHCOM, Tokyo - Saham di Asia berpotensi untuk melihat kenaikan pada hari Senin (4/3/3019) menyusul laporan bahwa China menawarkan untuk menurunkan tarif pada produk AS tertentu.

Langkah ini sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan dengan Amerika. Sementara itu, pertemuan parlemen tahunan dijadwalkan akan dimulai di China pada hari Senin nanti.

Nikkei futures menunjukkan pembukaan yang lebih tinggi untuk Nikkei 225 di Jepang. Kontrak berjangka Nikkei di Chicago berada di 21.850, dibandingkan dengan penutupan indeks terakhir pada 21.602.69.

Di Australia, ASX 200 naik 0,6 persen di awal perdagangan, dengan hampir semua sektor bergerak maju.

The Wall Street Journal melaporkan pada hari Minggu bahwa AS dan Cina "dalam tahap akhir penyelesaian kesepakatan perdagangan," dengan Beijing menawarkan untuk menurunkan tarif produk-produk AS dalam kategori mulai dari bahan kimia hingga otomotif. Untuk bagiannya, Washington sedang mempertimbangkan menghilangkan sebagian besar jika tidak semua sanksi perdagangan yang dikenakan pada barang-barang Cina tahun lalu, menurut Journal.

Bloomberg News melaporkan pada hari Jumat bahwa kesepakatan akhir sedang dipersiapkan dan bahwa pakta tersebut dapat ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan pemimpin China, Xi Jinping dalam beberapa pekan.

Pertemuan puncak antara kedua pemimpin bisa terjadi sekitar bulan Maret, menurut Bloomberg dan Journal.
Pertemuan tahunan parlemen China

Sementara itu, pertemuan tahunan parlemen China, Kongres Rakyat Nasional, diperkirakan akan dimulai Senin nanti.

Beberapa masalah yang diawasi dengan ketat termasuk kemungkinan disahkannya undang-undang investasi asing baru yang melarang transfer teknologi paksa dan "campur tangan" pemerintah ilegal dalam praktik bisnis asing, datang ketika Beijing dan Washington berupaya untuk melakukan kesepakatan perdagangan.

China juga diperkirakan akan menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah yaitu 6 hingga 6,5 persen pada 2019, dibandingkan dengan target tahun lalu sekitar 6,5 persen, menurut sumber kebijakan yang berbicara kepada Reuters.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang, berada di 96,359 setelah melihat tertinggi mendekati 96,6 minggu lalu.

Yen Jepang diperdagangkan pada 111,95 melawan dolar setelah melihat tertinggi di sekitar 110,4 pada minggu sebelumnya. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,7104 setelah menyentuh tertinggi melampaui $ 0,716 minggu lalu.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2UmRuwc

No comments:

Post a Comment