Pages

Sunday, March 3, 2019

Tanda Kiamat Kubra belum Terjadi

MENURUT Ustaz Ahmad Sarwat Lc, tanda hari kiamat sudah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sejak 14 abad yang lalu. Dan bisa kita bagi menjadi dua bagian besar, pertama kiamat sughra dan kedua adalah kiamat kubra.

Dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi kami pada waktu berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda, "Apa yang kamu perbincangkan?". Kami menjawab: "Kami sedang berbincang tentang hari qiamat". Lalu beliau bersabda: "Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya". Kemudian beliau menyebutkannya: [1] asap, [2] Dajjal, [3] Binatang, [4] terbit matahari dari tempat tenggelamnya, [5] turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, [6] Yakjuj dan Makjuj, [7] tiga kali gempa bumi, sekali di timur, [8] sekali di barat dan [9] yang ketiga di Semenanjung Arab [10] yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka". (H.R. Muslim)

Dari kesepuluh fenomena yang disebutkan di atas, belum ada satu pun yang terjadi. Istilah Dajjal yang sering disematkan kepada para durjana semacam Bush misalnya, sebenarnya hanya sebutan saja. Sebab jauh sebelum Bush lahir ke muka bumi, sudah banyak penguasa lalim sejak ratusan tahun yang lalu. Dan di masa, mereka pun sering dituduh sebagai Dajjal. Matahari pun belum terbit dari tempat terbenamnya hingga saat ini. Begitu juga nabi Isa 'alaihissalam juga belum lagi turun dari langit. Jadi kesimpulannya, tanda-tanda kiamat kubra belum terjadi.

Sebab kalau sudah terjadi, maka kiamat kubra akan langsung segera terjadi saat itu juga. Coba pikir, kalau sampai matahari terbit di barat, maka berarti bumi berhenti berputar sejenak lalu balik arah. Atau setidaknya bumi akan terbalik terhadap garis edarnya dalam mengelilingi matahari. Dan hal itu pasti berdampak sangat besar buat sistem kehidupan di dalam bumi. Cuaca mungkin akan kacau, gempa bumi juga pasti merebak.

Maka kita tetap harus percaya akan terjadinya hari kiamat, sebagaimana diceritakan di dalam banyak dalil yang shhaih, namun kita juga tidak perlu terlalu mendramatisir keadaan. Apalagi sekedar dijadikan komoditi materi kajian. Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. []

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2TcPha6

No comments:

Post a Comment