Pages

Sunday, March 3, 2019

Naila Taklukkan Mount Everest dengan Terjun Payung

INILAH.COM, Jakarta - Nama Naila Novaranti sudah tidak asing bagi para pecinta olahraga ekstrim. Dia merupakan satu-satunya penerjung payung asal Indonesia yang sukses beraksi di atas Mount Everest, Nepal, pada 16 November 2018 lalu.

Naila menekuni terjung payung atau sky dive sejak 8 tahun silam. Berkat konsistensi dan kecintaannya terhadap olahraga ekstrim ini, ia telah menjuarai sejumlah perlombaan di mancanegara.

"Memang di sana itu menjadi lokasi terberat, tapi ternyata penerjunan berjalan sukses meski saat itu suhu bawah minus 45 derajat yang dinginnya luar biasa dan udara disana sangat tipis, tapi saya bisa menyelesaikan misi tersebut dengan baik tanpa cedera apapun," ungkap Naila di Jakarta, baru-baru ini.

Bersama tim, Naila harus berjalan kaki selama 5 hari menuju atas dengan ketinggian 25.000 kaki dari puncak Mount Everest. Keberhasilannya menaklukan medan-medan berat yang jarang dilakukan orang lain sekaligus menjadi kado terindah di hari ulang tahunnya. Ia memecahkan rekor menjadi satu-satunya penerjun payung dari Indonesia yang menaklukan langit di atas Mount Everest.

Mount Everest merupakan gunung tertinggi di dunia yang terletak di Nepal yang menjulang hingga ketinggian 8.848 meter. Nah, di atas puncak itulah Naila melakukan terjun payung dengan ketinggian 25 ribu kaki dan mendapat lokasi yang terjal dan penuh dengan jurang.

"Di sana karena udara sangat tipis, jadi penerjunan harus berada di atas gunung dengan menyusuri jalanan yang harus ditempuh selama empat hari. Kalau ditanya gimana rasanya aksi kali itu, saya bilang itu hal yang paling luar biasa karena saya harus bisa mendapat lokasi yang tepat, kalau salah sedikit saya bisa mendarat di jurang yang terjal. Parasut yang saya gunakan juga memiliki ukuran yang lebih besar agar stabil saat dikendalikan," kenang Naila.

Sukses menaklukkan Mount Everest tak membuat Naila puas begitu saja. Ia mempersiapkan diri untuk pemecahan rekor baru sebagai penerjun pertama di Kutub Utara.

"Kalau ditanya sampai kapan saya akan terus menjalani karir penerjun, saya hanya bisa jawab sampai saya masih sehat terus saya akan tetap jalani," ujar pelatih terjun Kopassus ini.

Naila menambahkan, saat ini sky dive sudah menjadi gaya hidup. Tidak heran jika banyak selebritas yang merasa tertarik dan tertantang untuk melakukan olahraga ini.

"Yang diperlukan untuk terjun payung itu nyali. Yang jelas peralatan yang digunakan harus kita tes sendiri keamanannya, karena lawan kita udara," ujar srikandi atau ambassador produk kacamata Rudy Project ini.

"Yang perlu diperhatikan ketika matahari panas gunakan kacamata yang sudah pasti aman dan nyaman tentunya seperti Rudy Project ini. Karena kita di ketinggian dan berbenturan langsung dengan udara, makanya pelindung mata itu juga bagian penting," tandasnya.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2XDymM6

No comments:

Post a Comment