
INILAHCOM, Jakarta - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Maruf AMin merespons pemilihan diksi capres nomor urut 02 yang mengatakan bahwa Indonesia sakit juga ibu pertiwi diperkosa saat melakukan kampanye akbat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu kemarin.
Abah, panggilan akrab Kiai Maruf mempertanyakan maksud Indonesia sakit dalam ucapan Prabowo. Sebab, menurutnya, reformasi substantif justru makin terasa dalam pemerintahan Jokowi.
"Sakit itu gimana? Saya melihatnya bahwa reformasi itu dimulai memang sejak (tahun) 98, secara struktural, tapi secara substantif itu baru terasa sejak (pemerintahan) Pak Jokowi. 2014 itu baru reformasi substantif," ujar Maruf, Rabu (10/4/2019).
Lebih lanjut, terkait reformasi substantif, Abah berpendapat, bahwa saat ini Indonesia sedang dalam masa perbaikan, bukan sakit. Di mana hal tersebut, menurutnya, terlihat dari program-program pro rakyat yang sangat terasa pada kepemimpinan era Jokowi.
"Jadi kalau saya melihat, justru terjadi perbaikan, sedang menuju recovery, bukan sakit. Justru penyembuhan dari keadaan yang sebelumnya. Reformasi substansial itu baru 2014 terasa sebagai lanhkah-langkah penyembuhan, malah bukan sakit," jelasnya.
"Bansos, Jamsos, itu baru terasa ada dengan KIP, KIS, BNPT (Bantuan Pangan Non Tunai) itu makin terasa (pada era Jokowi)," pungkas Maruf. [rok]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Ic6g6y
No comments:
Post a Comment