Pages

Tuesday, November 27, 2018

Soal Telur Busuk Bantuan Pangan, Ini Kata Pemasok

INILAHCOM, Mojokerto - PT Pertani, perusahaan pemasok telur untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Jombang menanggapi soal temuan telur busuk dan berbelatung.

Menurutnya, telur mempunyai masa kadaluarsa yakni 15 hari dari peternak ke masyarakat.

Pimpinan Cabang PT Pertani, Saipul Bakri mengatakan, harusnya pendistribusian dari agen ke masyarakat sudah habis disalurkan, namun belum dikirim sehingga rusak.

"Kualitas kuning koplor karena telur sensitif. Telur harus diperlakukan seperti apa, ada masanya yakni, 15 hari paling bagus dari peternak," ungkapnya, Selasa (27/11/2018).

Masih kata Saipul, semua telur yang disalurkan di Jombang tersebut berasal dari peternak di Jombang. Menurutnya, sama sekali tidak diambil dari luar Jombang. Mekanisme, dari peternak ke gudang PT Pertani untuk dilakukan sortir tujuannya mencari telur yang baik untuk disalurkan ke agen.

"Saat pengiriman, barang (telur) yang berada di bawah resiko rusak ada karena ketimbun. Barang datang langsung sortir, 3 ton datang, 2 kwintal rusak. Resiko di jalan, itu tidak bisa dihindari. Busuk maupun rusak, kita juga tidak bisa komplain ke peternak. Ditambah saat pendistribusian zona dua dan tiga, cuaca panas sehingga mengganggu kwalitas telur," jelasnya.

Sebagai bentuk tanggungjawab, meski tidak ada kontrak dengan pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang, PT Pertani mengundurkan diri sebagai suplier. Menurutnya, hal tersebut tidak ada unsur kepentingan, kesengajaan. PT Pertani hanya membantu Dinsos Kabupaten Jombang untuk melayani masyarakat.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QlgR2p

No comments:

Post a Comment