
PERNAH mendengar kata "Semesta Mendukung (Mestakung)" yang ditulis oleh saudara satu Negara kita, bapak Yohanes Surya? Di dalam teori mestakung dinyatakan bahwa seseorang akan mencapai ledakan potensi tertinggi ketika ia berada dalam titik puncak kesulitannya, seolah keluar semua potensi dalan diri yang tidak pernah disadari. Selanjutnya ada lagi teori "The Power Of Kepepet", yang tak perlu saya jelaskan sudah paham maksud dari kalimat tersebut.
Mungkin saya pun ingin menyampaikan mengenai teori lama yang sudah disampaikan oleh para ustaz pendahulu, namun saya bahasakan dalam bahasa kekinian, yaitu "totalitas tawakal". Teori ini mengacu pada sebuah keterangan agama yang menyatakan bahwa "Pertolongan Allah Ta'ala akan datang di saat diri telah secara total berserah diri kepada Nya", bahkan ada sebagian cerdik pandai yang membahasakan "Nol Kan diri anda".
Saya akan berikan sebuah ilustrasi yang berada dalam perjalanan hidup anda sendiri. Pernahkah anda merasa dalam sebuah kesulitan besar yang bahkan anda tidak pernah berpikir bahwa kesulitan itu akan dapat teratasi, di mana terdapat batas waktu kesulitan tersebut harus diselesaikan, di mana apabila tidak diselesaikan maka akan mengancam hidup anda atau keluarga atau masyarakat sekitar atau lain sebagainya, ancaman yang bukan main ketika tidak segera diselesaikan.
Saking penatnya diri anda karena seluruh daya dan upaya telah dikerahkan namun tidak kunjung mampu menyelesaikannya, yang hadir bukan penyelesaian, melainkan keletihan dan kelelahan yang bertambah-tambah. Akhirnya anda berpikir "Ya sudahlah, tamatlah semuanya, aku sudah tidak tertolong lagi". Namun di kala titik nadir tersebut, datang solusi seketika yang tidak pernah anda sangka-sangka, belum pernah terpikirkan apalagi diupayakan. Solusi datang begitu saja tanpa dipahami dari mana arahnya. Nah, ini yang saya maksud dengan TOTALITAS TAWAKAL.
Totalitas Tawakal terjadi saat kita meyakinkan diri bahwa kita adalah makhluk yang memiliki keterbatasan, kita berupaya mati-matian hingga nyaris mati, menuhankan upaya dan melupakan TUHAN yang BERKUASA. Namun di kala semua BERHALA UPAYA yang kita sembah ternyata tak mampu memberikan penyelesaian, sehingga hati kembali kepada KEKUASAAN TAK TERBATAS maka Allah Ta'ala mendatangkan bantuan dengan cara Nya yang luar biasa dan terasa manfaatnya.
Maka wajarlah, saat kita ingin beranjak ke luar rumah untuk beraktivitas layaknya makhluk yang harus berikhtiar menjemput rezeki yang telah ditetapkan, Allah Ta'ala mengajarkan melalui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk berdoa "Bismillahi tawakkaltu alallahi, walaa haula wala quwwata illa billahil 'ali il 'adzim" (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung)
Terakhir saya hanya ingin sampaikan bahwa sesungguhnya Allah Ta'ala mencintai hamba yang datang kepada Nya dengan TOTAL tanpa ada sedikit pun kesyirikan dalam hati, tanpa ada kesombongan lagi membanggakan diri, tulus datang kepada kasih sayang Nya yang tiada bertepi, maka datanglah kepada Allah Ta'ala setiap saat tanpa harus terlebih dahulu kesulitan datang.
Saudaraku. Hidup itu simpel "cukup serahkan kepada yang memiliki kehidupan, maka DIA akan menjaga kita dari berbagai kesulitan besar di Dunia maupun Akhirat"
Nasihat ini merupakan curahan hati saya secara pribadi, dan saya sampaikan untuk diri saya. Namun saya berharap dapat bermanfaat juga untuk saudara-saudaraku sekalian.
Wallahu a'lam. [Maulana Ishak, S.Pi, Alumni MSP IPB angkatan 43, Relationship Management Rumah Zakat, EX Staff Khusus Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2QsiLui
No comments:
Post a Comment